Wednesday, May 24, 2017

pembuatan alat pengasah batu



PEMBUATAN ALAT PENGASAH BATU





k3

K3
Secara umum penyebab kecelakaan ada dua:
         1.         Unsafe Action(gerakan yg membahayakan),disebabkan oleh:
a.      Ketidak seimbangan fisik tenaga kerja
·     Posisi tubuh yang menyebabkan mudah lelah
·     Cacat fisik
·     Cacat sementara
·     Kepekaan panca indra terhadap sesuatu
b.      Kurang pendidikan
·     Kurang pengalaman
·     Salah pengertian terhadap suatu perintah
·     Kurang terampil
·     Salah mengartikan SOP
c.       Menjalankan pekerjaan tanpa suatu kewenangan
d.      Menjalankan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya
e.      Pemakaian alat pelindung diri(APD)hanya berpura- pura
f.        Mengangkut beban yang berlebihan
g.      Melebihi jam kerja
         2.         Unsafe Condition,penyebab:
a.      Peralatan yang tidak layak pakai
b.      Adanya api ditempat bahaya
c.       Pengamanan dibawah standart
d.      Bising
e.      Radiasi
f.        Pencahayaan
g.      Ventilasi kurang memadai
h.      Kondisi suhu  yang membahayakan
i.        Pengamanan yang berlebihan
j.        Sistem peringatan yang berlebihan
k.      Sifat kerja yang mengandung potensi bahaya
SISTEM VENTILASI
Peran sistem ventilasi terhadap pencemaran udara yang terjadi diruang pabrik:
·     Mencegah kontaminasi udara
·     Menghindari bahaya panas,mikroba
·     Menciptakan lingkungan yang nyaman dan segar
·     Mensuplai O2 untuk manusia dan alat
·     Mengencerkan dan membuang gas beracun dan debu dari tempat  kerja
·     Menjaga kelembaban dan temperatur agar sesuai dengan tingkat kenyamanan kerja
PENCEMARAN UDARA
Jenis partikel yang menimbulkan pencemaran udara,gas,uap,embun(FOG),asap,debu
EVALUASI
Ahli toksikologi (petugas pengawas pencemaran)memperoleh data tentang pencemaran udara dalam ruang produksi:
·        Pengalaman dan data atau catatan perusahaan
·        Informasi dari pemasok
·        Literatur terbitan umum/instansi  berwenang
Dari data tersebut ,toksikologi dapat menentukan hal-hal yang berkaitan dengan dampak pencemaran udara terhadap pekerja,antara lain:
ü  Toksisitas pada pernafasan,dampak mengganggu pernafasan,dapat menimbulakan penyakit bissnosis jika pernafasan terjadi dalam jangka panjang,penyakit paru – paru
ü  Pencemaran pada mata,dampak:iritasi mata luar ,kornea
ü  Pencemaran pada kulit melalui penyerapan,dampak:terjadi gatal,alergi pada kulit pekerja
ü  Gangguan pada pencernaan,dampak:pencemaran yang tertelan saat menghirup nafas shg menyebabkan gangguan pencernaan terutama bila mengandung toksin
PEMANTAUAN:
faktor faktor pertimbangan :
a.      Survei menyeluruh
b.      Keadaan darurat
c.       Level pemanantauan
d.      Tanya jawab informal
PENANGGULANGAN:
A.     Peralatan pengamanan pernafasan
·        Peralatan pemasok udara
·        Peralatan pernafasan mandiri
·        Peralatan pembersih udara
·        Peralatan penghubung,peralatan pencegah kebocoran terhadap tekanan yang fluktuatif
B.      Pengendalian rekayasa/peralatan:
·        Ventilasi pengenceran
·        Ventilasi pembuangan
·        Isolasi/penutupan
ALAT PELINDUNG DIRI
Adalah suatu kewajiban dimana biasanya para pekerja /buruh bangunan yang bekerja disebuah proyek diwajibkan memakai.
Bahaya yang mungkinn terjadi dilantai produksi dan menimpa tenaga kerja:
·        Tertimpa benda keras,berat
·        Tertusuk/terpotong benda tajam
·        Terjatuh dari ketinggian
·        Terbakar/terkena aliran listrik
·        Terkena zat kimia pada kulit ,melalui pernafasan
·        Merusak pendengaran
·        Merusak penglihatan karena kelebihan pada pencahayaan
·        Radiasi
Kerugian yang ditimbulkan:
·        Jumlah produktivitas menurun
·        Kerugian akibat mesin rusak
·        Biaya perawatan
·        Menurunnya efisiennya perusahaan
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
Pertimbangannya ggunakan alat pelindung diri
·        Enak ,nyaman dipakai
·        Tidak mengganggu ketenangan kerja dan tidak membatasi ruang gerak pekerja
·        Memberikan perlindungan yang efektif terhadap segala jenis bahaya
·        Memenuhi syarat estetika
·        Memperhatikan efek samping pengguna APD
·        Mudah dalam pemeliharaan ,tepat ukuran,tempat penyediaan sangat terjangkau
ANEKA ALAT PELINDUNG DIRI
*     Masker,yang perlu diperhatikan dalam penggunaan masker:
·        Bagaimana menggunakan masker secara benar
·        Macam dari kotoran debu yang perlu dihindari
·        Lamanya menggunakan alat tersebut



Kelebihan dan kekuranan motor diesel


Friday, February 10, 2017

Metode Dan Cara Perawatan Forklip



3.2    Metode Perawatan Forklift
A.      Perawatan Harian
Perawatan harian yang dilakukan pada forklift yaitu seperti melakukan pengecekan pada komponen – komponen forklift dan diatasi jika ada kerusakan atau tidak sesuai standar, hal ini dilakukan agar forklift selalu dalam kondisi baik saat dioperasikan. Adapun kegiatan pengecekan atau perawatan harian pada forklift yaitu:
1.        Pengecekan accu
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa air accu terisi penuh sesuai dengan levelnya, jika air accu kurang maka harus ditambah hingga penuh.
2.        Pengecekan level solar
Pengecekan level solar dilakukan setiap hari, pengisian solar dilakukan dalam keadaan mesin mati, apabila forklift kehabisan bahan bakar dan mogok maka setelah dilakukan pengisian solar selanjutnya harus mengeluarkan isi angin dengan memompa pada filter agar mesin forklift bisa hidup. Adapun langkah – langkah mengeluarkan isi angin dalam sistem bahan bakar yaitu:
·      Tekan Pompa yang berada di atas filter bahan bakar sampai dengan pompa tersebut terasa keras.
·      Buka sedikit dan perlahan baut piping dengan kunci pas atau kunci ring 19 agar udara yang terjebak bisa keluar, setelah udara keluar semua dan solar mengalir dengan lancar tutup kembali baut tersebut.
·      Pompa kembali sampai terasa keras, dan engine siap untuk di start dan di operasiakan.

3.        Pengecekan ban
Tekanan ban depan 100-120 psi dan ban belakang 80-100 psi. Jika tekanan ban kurang maka harus ditambah udara, Apabila benang ban sudah kelihatan artinya ban tersebut sudah tidak layak pakai lagi dan harus diganti.
4.        Pengecekan rem
Pengecekan rem dilakukan setiap kali sebelum mulai mengemudi dengan cara menilai kepakeman rem. Apabila rem kurang pakem, maka harus dilakukan pembongkaran untuk memeriksa kampas rem. Jika kampas sudah tipis/habis maka harus diganti kampas baru.
Adapun langkah penggantian kampas rem yaitu:
·      Lepas roda forklift
·      Lepaskan kanvas rem yang akan diganti
·      Bersihkan tromol dengan kain / dengan amplas
·      Pasang kanvas rem yang baru
·      Pasang kembali roda
5.        Pengecekan level oli mesin
Pengecekan level oli mesin dilakukan setiap pagi sebelum digunakan. Apabila level oli sudah mengalami pengurangan, maka level oli harus ditambah.

B.       Perawatan Bulanan
Perawatan bulanan dilakukan secara rutin agar performa Forklift selalu dalam baik dan siap pakai sekaligus untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih fatal pada komponen forklift. Adapun perawatan bulanan yang dilakukan pada komponen – komponen forklift ada yang harus diperiksa atau diganti dengan yang baru yaitu :

1.        Ganti Oli Mesin
Langkah kerjanya sebagai berikut :
·      Siapkan kunci dan wadah untuk oli yang akan diganti
·      Lepas baut yang ada di bawah mesin
·      Lepas penutup oli mesin
·      Tunggu 30 -50 menit, hingga kering
·      Buang oli bekas dan pasang baut
·      Tuang oli diesel sampai dengan ketentuan
·      Tutup kembali penutup oli mesin      
   
2.        Membersihkan Saringan Udara
Langkah kerjanya sebagai berikut :
·      Angkat body forklift
·      Lepas penutup saringan udara
·      Ambil dan jemur 30 – 50 menit
·      Semprot dengan angin kompresor
·      Pasang kembali saringan udara



3.        Membersihkan Saringan Bahan Bakar
Langkah kerjanya sebagai berikut :
·      Melepaskan filter bahan bakar dengan menggunakan kunci filter
·      Jika sudah terlepas buang solar yang ada didalam filter
·      Bilas dan kocok - kocok filter beberapa kali dengan solar yang bagus
·      Setelah bersih, pasang kembali filter bahan bakar
·      Isi filter dengan solar yang bagus sebelum di pasang, agar proses bleading udara tidak terlaliu lama.

4.        Membersihkan Strainer/Saringan untuk bahan bakar
Langkah kerjanya sebagai berikut :                     
·      Melepaskan strainer dengan kunci ring atau kunci pas dengan ukuran 19.
·      Semprot dengan udara bertekanan atau cuci dengan menggunakan solar yang bagus.
·      Setelah strainer bersih pasang kembali, dan kencangkan.

5.        Service Baterai
Langkah kerjanya sebagai berikut :
·      Angkat body forklift
·      Buka penutup baterai
·      Lepas kabel baterai dan bersihkan dengan amplas
·      Isi baterai dengan air zuur
·      Lalu baterai discharge
6.        Pengisian Minyak Rem
Langkah kerjanya sebagai berikut :
·      Lepas penutup tempat minyak rem
·      Tuangkan minyak rem secukupnya
·      Tutup kembali penutup tempat minyak rem
·      Pompa – pompa dengan pedal rem
7.        Menambahkan Oli Hydraulic
Langkah kerjanya sebagai berikut :
·      Lepas penutup tempat oli hidraulic
·      Ambil oli hidraulic
·      Tuangkan oli hidraulic secukupnya
·      Tutup kembali penutup tempat oli hidraulic